Promovendus

:

Muhammadun (15300160001)

Judul Disertasi

:

EPISTEMOLOGI FIKIH WAHBAH AZ-ZUHAILI DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN HUKUM KELUARGA DI INDONESIA

Promosi

:

Rabu, 26 Juni 2019, Pukul: 10.00 - 11.30 WIB.
Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
     

Promotor

:

1. Prof. Dr. H. Khoiruddin, M.A.
2. Dr. Agus Moh. Najib, M.Ag
                                         

Penguji

 

:

 

1. Prof. Euis Nurlaelawati, M.A., Ph.D.                                 
2. Prof. H. Ratno Lukito, M.A., DCL.                                                      
3. Dr. Sri Wahyuni, M.Ag., M.Hum             
4. Dr. H. Shofiyullah MZ, S.Ag., M.Ag.                   

 

Abstraksi

 

:

 

Kegelisahan akademik dalam disertasi ini adalah: (1) Wahbah az-Zuhaili dipandang sebagai tokoh yang sangat konsen dan produktif dalam kajian hukum Islam di kancah internasional. (2) Dia memiliki keunikan dengan konsep wasatiyyahnya dalam pemikiran hukum Islam yang menyejukkan dan relatif diterima oleh semua kalangan baik sunni maupun syi’ah. (3) Kitab Usul al-Fiqhi al-Islami  dan al-Fiqhu al-Islamiyyu wa Adillatuhu sebagai produk pemikirannya sangat populer di kalangan pemerhati syariah. Di Indonesia, karya-karyanya banyak direspon oleh para tokoh pemikir hukum Islam.

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bangunan epistemologi fikih yang digunakannya  dalam kajian hukum keluarga Islam, untuk melihat epistemologi fikihnya dalam kajian kritik nalar; bayani, irfani dan burhani serta berupaya mengeksplorasi relevansi epistemologi fikihnya dengan pengembangan hukum keluarga Islam di Indonesia.

Data inti penulisan disertasi ini berupa pemikiran-pemikiran epistemologi fikih Wahbah az-Zuh{aili yang terkait dengan rumusan masalah di atas. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran kepustakaan. Sumber data primer adalah Usul al-Fiqhi al-Islami dan al-Fiqhu al-Islamiyyu wa  Adillatuhu. Untuk pemikiran epistemologi fikih secara umum adalah karya-karya standar usul fikih. Sumber data sekunder mencakup penelitian-penelitian yang mengkaji Wahbah az-Zuh{aili. Selain itu terdapat pula sumber data tersier yaitu karya-karya yang mendiskusikan sistem pengetahuan Islam dan usul fikih secara umum.

Adapun sarana untuk membaca data dari epistemologi fikih Wahbah az-Zuhaili ini ialah dengan menggunakan teori ilmu pengetahuan (epistemologi) al-Jabiri. Sedangkan untuk menganalisa relavansi pada epistimologi fikih Wahbah az-Zuhaili terhadap pengembangan hukum Islam di Indonesia, penulis menggunakan teori  maslahat at-Tufi.

Selanjutnya analisis data dilakukan dengan menggunakan metode interpretasi yang mempunyai maksud untuk mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai ekspresi pemikiran epistemologi yang terpendam di balik berbagai teori hukum Islam Wahbah az-Zuh{aili dalam dua kitabnya di atas serta untuk mendapatkan relevansi epistemologi fikihnya dengan pengembangan hukum keluarga Islam di Indonesia.

Hasil penelitian ialah: bangunan epistemologi fikih Wahbah az-Zuh{aili dalam menetapkan keputusan hukum keluarga Islam terlihat masih ketat menggunakan epistemologi bayani yakni dengan penempatan al-Quran dan as-sunnah pada posisi puncak dalam hirarki sumber penggalian hukum, kendati menggunakan sumber yang lain. Dalam kajian kritik nalar terlihat epistemologinya lebih dominan menggunakan nalar burhani, yakni proses pembuatan rumusan penalaran dalam agama, serta reformulasi rasionalismenya terlihat sering menggunakan prinsip-prinsip dasar doktrinal (maqasid asy-syari’ah). Sedangkan epistemologi fikihnya mempunyai relevansi dengan pengembangan hukum keluarga Islam di Indonesia karena dia berusaha mencapai kemaslahatan umum dengan mengangkat nalar burhani melalui pradigma maqasid asy-syari’ah untuk mengimbangi epistemologi bayani.

Kata kunci:            epistemologi, bayani-burhani dan relevansi.