Promovendus

:

Juhdi Amrullah


Judul Disertasi

:

SPIRITUALITAS DAN BIOPSIKOLOGI: Kajian atas Pengaruh Zikir Terhadap Kondisi Biopsikologi dan kejiwaan Penganut Tarekat Qadiriyah di Mlangi.

Promosi

:

Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga

     

Promotor

:

1. Prof. Dr. H. Fauzan Naif, M.A.
2. Dr. H. Syaifan Nur, M.A.
                                         

Penguji

 

:

 

1. Prof. Dr. H. Syamsul Nizar, M.A.                                 
2. Prof. Djamaludin Ancok, M.A., Ph.D.                                                      
3. Dr. Nurjannah, M.Si.             
4. Dr. Hj. Casmini, M.Si.                   

 

Abstraksi

 

:

 

Ajaran tasawuf Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani merupakan proses pengabdian total kepada Allah yang mendasarkan pada al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Ajaran tasawuf tersebut dalam perkembangannya tetap terjaga dalam ruang lingkup tarekat Qadiriyah. Tarekat Qadiriyah dinisbatkan kepada namanya. Bagi para murid atau jamaah tarekat dapat terus belajar dari keteladanan kisahhidup Syaikh Abdul Qodir yang berjuang untuk menundukkan nafsu. Dengan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan syariat dan hakikat menurut kesimbangan dalam praktiknya agar menjadi berguna bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

Sejarah tarekat dalam penyebarannya di dunia Islam hadir sebgai respon terhadap kondisi manusia dan lingkungannya, seperti aspek sosiologis selalu memberikan kontribusi bagi kemajuan peradaban Islam khususnya. Dengan mengembangkan disiplin spiritual umat Islam mampu mempunyai kekuatan dan bertahan dalam situasi zaman yang terus berubah. Untuk kasus di Indonesia kaum jamaah tarekat dalam Islam tidak hanya disebarkan akan tetapi menjadi semangat kebudayaan dengan pengetahuan-pengetahuan Islam yang membuat syariat, thariqat, hakekat, dan ma’rifat mengilhami berdirinya benteng-benteng keislaman berupa pondok-pondok pesantren dan didirikan oleh ulama yang beberapa di antaranya adalah musryid tarekat.

Ilmu tasawuf dalam metode tarekat tertentu kompetensi utamanya adalah tazkiya al nafs, yaitu memurnikan diri yang bersifat lahir dan bantin. Metode dalam tarekat dapat berupa doa-doa atau melafalkan zikir-zikir tertentu. Inti metode tarekat merupakan penderivasian zikir laa ilaha illa Allah yang diajarkan nabi Muhammad kepada keluarga dan para sahabatnya. Zikir pada tarekat Qadiriyah diucapkan dengan suara yang keras dan menghentakkan tubuh mengkikut irama zikir. Zikir dilakuan sebagai kewajiban murid dan jamaah setiap hari setiap selepas shalat lima waktu da nada waktu tertentu dalam setiap harinya.

Masalah-masalah kondisi manusia modern yang jauh dari spiritual dapat menjadi bebagai penyakit yang besifat fisiologis maupun psikolgis. Dengan zikir cara tarekat mansusia saat ini dapat teratasi kegelisahannya bahkan terlebih dapat meningkatkankualitas keimanan dalam ranah pribadi sebagai individu dan pribadi sebagai  makhluk sosial. Peningkatan kualitas kepribadian dapat juga diamati berdasarkan  adab-adab yang dikembangkan dan diamalkan oleh murid-murid atau jamaah untuk sampai pada tujuan sebagai mukmin kamil.



Kata Kunci: Tarekat Qadiriyah, Biopsikologi, Fisiologis, psikologi