Promovendus

:

Mira Mareta, S.Ag., M.A (1430012011)

Judul Disertasi

:

PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU KEBERAGAMAAN SISWA MADRASAH ALIYAH PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI PULAU LOMBOK.

Promosi

:

Selasa, 19 November 2019, Pukul: 13.00 - 14.30 WIB.
Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
     

Promotor

:

1. Prof. Dr. H. Hamruni, M.Si.
2. Dr. Muqowim, M.Ag.
                                         

Penguji

 

:

 

1. Prof. Dr. H. Maragustam, M.A.                                 
2. Prof. H. Suyata, Ed.D., Ph.D.                                                      
3. Dr. Sekar Ayu Aryani, M.A.             
4. Dr. Moh. Soehadha, S.Sos., M.Hum.                   

 

Abstraksi

 

:

 

Kondisi sosial kontemporer pada level keagamaan telah membawa pengaruh besar pada terjadinya perilaku keberagamaan (religious behavior) siswa remaja, baik pada tataran keyakinan, praktik, maupun pengalaman keberagamaan. Pendidikan agama di lingkungan madrasah memiliki posisi strategis dalam pembentukan perilaku keberagamaan siswa, maka penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan agama melalui proses internalisasi nilai-nilai pendidikan agama pada Madrasah Aliyah pedesaan dan perkotaan, serta bagaimana implikasi pendidikan agama terhadap pembentukan perilaku keberagamaan siswa Madrasah Aliyah pedesaan dan perkotaan.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teori kontekstual ekologis sebagai kerangka teorinya. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan fokus permasalahan yang telah ditetapkan. Data diperoleh melalui survey, dokumen, observasi, dan wawancara mendalam, kemudian secara induktif diolah dan dianalisis dengan merumuskan interpretasi makna. Penelitian ini dilaksanakan pada enam  madrasah, yakni; dua Madrasah Aliyah yang berada di pusat kota, dan empat Madrasah Aliyah yang secara geografis merepresentasikan kategori madrasah pedesaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konteks lingkungan madrasah pedesaan dan perkotaan memunculkan perbedaan strategi dan pendekatan dalam proses internalisasi nilai-nilai pendidikan agama. Madrasah perkotaan lebih menggunakan pendekatan struktural fungsional dengan karakteristik formal sistemik, menggunakan power strategy (pola reward and punishment), pembiasaan, dan keteladanan. Sedangkan pada madrasah pedesaan lebih menggunakan pendekatan kultural dengan karakteristiknya fleksibel, dinamis, adaptif dan persuasif. Implikasinya terhadap ritualitas privat siswa pedesaan dan perkotaan telah mampu membantu menumbuhkan kesadaran pentingnya konsisten dalam melaksanakan ibadah (wajib dan sunnah). Pada ritualitas publik telah mampu meningkatkan  kesadaran siswa untuk terlibat dalam komunitas keagamaan, meskipun penguatan intervensi situasional ada pada bentuk kegiatan keagamaan yang berbeda antara keduanya. Pada pengalaman keberagamaan, pada kondisi tertentu siswa juga telah memiliki kemampuan untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian atas informasi, pengetahuan, pengalaman keagamaan yang mereka dapatkan menguatkan kepercayaan dan keyakinan siswa kepada Allah SWT, terimplementasi dalam bentuk koping keagamaan yang mereka ekspresikan. Penelitian ini memunculkan suatu pendekatan internalisasi nilai-nilai pendidikan agama, bahwa gejala sikap keragu-raguan (religious doubt) dan hubungan/interaksi sosial yang semakin luas pada siswa Madrasah Aliyah menuntut diberikannya intervensi situasional berbasis konteks lingkungan. Konteks lingkungan menjadi dasar atau data dukung madrasah dalam melakukan treatment atau strategi pendekatan internalisasi nilai-nilai pendidikan agama yang tepat, sehingga membantu siswa mengalami proses kognitif dan afektif dengan mudah sampai terbentuknya perilaku keberagamaan yang sesuai dengan tujuan pendidikan agama.


Kata Kunci: Pendidikan, Agama, Perilaku, Keberagamaan