Produk utama dari program yang dihasilkan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN-SUKA) Yogyakarta ialah berorientasi pada hasil karya tulis Ilmiah. Baik dalam bentuk artikel, antologi dan prosiding. Tidak heran apabila program-program KMP lebih mengarah pada produk karya tulis. Karena KMP ingin menjadi rumah besar para mahasiswa Pascasarjana baik magister maupun doktor untuk menjadi wadah forum diskusi akademik para mahasiswa pascasarjana dalam mengasah, memperdalam dan mengembangkan kemampuan akademik mereka terutama dalam produk tulis. Hal ini sesuai dengan tujuan dibentuknya KMP itu sendiri, yaitu mewadahi para mahasiswa/mahasiswi pascasarjana UIN-SUKA untuk mengembangkan dan memperdalam kemampuan karya tulis ilmiah. Organisasi di bawah kaki pascasarjana UIN-SUKA ini dibentuk untuk mendukung visi dan misi pascasarjana UIN-SUKA “menjadi yang unggul dan terkemuka dalam pemaduan dan pengembangan studi keislaman dan keilmuan bagi kemajuan peradaban.” Kesarjanaan yang berkarakter dengan pradigma integrasi-interkoneksi.

 

Pada tanggal 8 Februari 2019 kemarin, KMP di bawah divisi riset dan publikasi membuka program kelas menuis artikel (KAMAEL) awal di Gedung Pusat Auditorium Utama (PAU) lantai 1 Rektorat UIN-SUKA. Program ini diikuti oleh 30 peserta yang telah dinyatakan lolos tahapan seleksi program. Di awal kelas ini, panitia menghadirkan narasumber dari dosen pascasarajan UIN-SUKA, Dr. Moch Nur Ichwan, MA yang memiliki banyak karya tulis ilmiah ber id-scopus. Dalam kesempatan ini, Dr. Moch Nur Ichwan, MA menyampaikan tentang lanskap penulisan artikel ilmiah. Mengutip salah satu perkataannya, dia mengatakan: “riset yang baik akan menghasilkan karya tulis yang baik, begitu juga sebaliknya, dan setiap karya tulis ilmiah harus menghasilkan penemuan yang baru (novelty). Ketika peneliti berhasil menemukan kebaruan dalam penelitian, maka seorang peneliti itu dapat dikatakan sebagai orang yang berhasil dalam meneliti. Karena, adanya kebaruan dalam hasil penelitianan yang ditemukan.”

 

 

Adapun mekanisme program KAMAEL ini dibagi ke dalam 2 kelas yaitu kelas besar bersama narasumber yang dipilih dan kelas pendampingan. Nur ichwan memaparkan materi  tentang menulis artikel, sedangkan kelas pendamping bertujuan untuk menggodok dan memperdalam artikel yang akan ditulis peserta. Setiap pendamping melakukan bimbingan secara intensif 3 kqli dalam 2 minggu, yang dilakukan pengurus KMP yang sudah publikasi imliah minimalnya 5 kali.  Tujuan adanya program ini dapat membangun fundamen berfikir ilmiah bagi para pesertanya.

 

Program ini akan terus berjalan sampai pada akhir bulan april kedepan. Setelah program pendampingan usai, para peserta akan didampingi pendamping submit artikel ke jurnal jurnal nasional bagi 15 peserta eksternal, dan mengakomodir menjadi buku antologi untuk peserta internal pengurus KMP. Setelah selesai maka tahap selanjutnya adalah melakukan pendampingan proses review artikel kepada tim pendamping untuk memperbaiki artikel yang akan diterbitkan di jurnal. Dengan adanya program KAMAEL ini akan membantu para mahasiswa/I dalam memenuhi persyaratan munaqosah tesis maupun disertasi. (Eko Saputra)